KItab - Kitab Allah

0 Comments

Allah SWT telah menurunkan Beberapa kita suci diantaranya yakni kitab suci Taurat, Kitab Suci zabur, Kitab Suci Inzil Dan sebagai penyempurna Allah Swt Menurunkan Kita Suci AL- QUR’AN. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai kitab-kitab tersebut.

 1. Kitab Suci Taurat

 Kitab ini diturunkan kepada Nabi Musa as sebagai pedoman dan petunjuk bagi Bani Israel. Allah.Swt Berfirman :

 “Artinya : Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku” (QS. Al-Isra’ [17]: 2)

Terdapat isi kandungan kitab Taurat meliputi hal-hal seperti berikut :

1.      Kewajiban meyakini keesaan Allah.SWT

2.      Pelarangan menyebut-nyebut nama Allah.SWT dengan sia-sia

3.      Pelarangan menyembah berhala atau Patung

4.      Supaya mensucikan hari yakni hari sabtu (sabat)

5.      Menghormati ke2 orang tua

6.      Larangan membunuh sesama manusia tanpa alasan yang dibenarkan

7.      Melarang berbuat zina

8.      Melarang mencuri

9.      Melarang menjadi saksi palsu

10.  Melarang mengambil hak orang.

2. Kitab Zabur

Kitab Suci Zabur ini diturunkan kepada Nabi Daud. A.S agar menjadi pedoman atau petunjuk bagi umatnya. Allah Swt Berfirman :

Terjemahannya: “Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. Al-Isra’ [17]: 55)

Kitab Suci Zabur ini berisi kumpulan nyanyian dan pujian-pujian kepada Allah atas segala nikmat yang telah dikaruniakan-Nya. Selain itu berisi Doa, Nasihat, Dzikir serta kata-kata hikmah. Bagi orang-orang non muslim yakni Yahudi dan Nasrani, Kitab Suci Zabur sekarang ada pada Perjanjian Lama yang terdiri atas 150 pasal.

3. Kitab Injil

Kitab Suci Injil diturunkan kepada Nabi Isa. A.S agar menjadi petunjuk dan tuntunan bagi Bani Israel. firman allah. SWT :

Kitab Suci Injil memuat ajaran pokok, antara lain yakni :

1.      Terdapat perintah agar kembali kepada tauhid yang murni

2.      Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat

3.      Terdapat Ajaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifat tamak.

4.      Penjelasan atau Pembenaran terhadap kitab-kitab yang turun sebelumnya

 4. Kitab al-Qur’an

 Kitab al-Qur’an sebagai kita penyempurna yakni yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.a.w sebagai petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bangsa Arab. Sebagaimana firman Allah

Artinya: “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan [25]: 1)

 Isi al-Qur’an meliputi hal-hal berikut :

1.      Terdapat pembahasan mengenai prinsip-prinsip akidah (keimanan)

2.      Terdapat pembahasan yang mengangkat prinsip-prinsip ibadah

3.      Terdapat pembahasan yang berkenaan dengan prinsip-prinsip syariat

Kedudukan Kitab Suci al-Qur’an antara lain:

1.      Wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw

2.      Mukjizat Nabi Muhammad saw

3.      Menjadi  pedoman hidup manusia agar tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat

4.      Menjadi sumber dari segala sumber hukum Islam

 

Ahli Al - Qur'an

0 Comments

 Ahli Al-Qur’an adalah orang yang senantiasa menyibukkan diri dengan Al-Qur’an. Ahli Al-Qur’an mendapatkan kemuliaan yang luar biasa di hari Kiamat. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ูŠَุฌِูŠุกُ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ูŠَุง ุฑَุจِّ ุญَู„ِّู‡ِ ูَูŠُู„ْุจَุณَ ุชَุงุฌَ ุงู„ْูƒَุฑَุงู…َุฉِ ุซُู…َّ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ูŠَุง ุฑَุจِّ ุฒِุฏْู‡ُ ูَูŠُู„ْุจَุณَ ุญُู„َّุฉَ ุงู„ْูƒَุฑَุงู…َุฉِ ุซُู…َّ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ูŠَุง ุฑَุจِّ ุงุฑْุถَ ุนَู†ْู‡ُ ูَูŠَุฑْุถَู‰ ุนَู†ْู‡ُ ูَูŠُู‚َุงู„ُ ู„َู‡ُ ุงู‚ْุฑَุฃْ ูˆَุงุฑْู‚َ ูˆَูŠُุฒَุงุฏُ ุจِูƒُู„ِّ ุขูŠَุฉٍ ุญَุณَู†َุฉً 

Pada hari kiamat, Al-Qur’an akan datang kemudian berkata, “Wahai Rabb berilah dia pakaian.” Maka dipakaikanlah kepadanya mahkota kemuliaan. Kemudian ia berkata lagi, “Wahai Rabb, tambahkanlah kepadanya.” Maka dipakaikan kepadanya pakaian kemuliaan. Kemudian ia berkata lagi, “Wahai Rabb ridhailah dia.” Akhirnya dia pun diridhai. Kemudian dikatakan kepada ahli Al-Qur’an, “Bacalah dan naiklah, niscaya akan ditambahkan kepadamu satu pahala kebaikan pada setiap ayat.” (HR. Tirmidzi no. 2915).

 

7 Keutamaan Wudhu dan Do'a Disetiap Basuhan

0 Comments

 

Allah mencintai hamba-hambanya yang senantiasa mensucikan diri. Di antara cara bersuci yang Allah sebutkan langsung dalam Al-Qur’an adalah wudhu.

Selain sebagai syarat sah shalat, wudhu punya keutamaan tersendiri bagi orang-orang yang mengamalkannya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Orang yang berwudhu, lalu shalat dua rakaat tanpa berbicara di antara keduanya akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah berlalu (HR. Bukhari no. 164).

2. Orang yang menjaga wudhu (senantiasa bersuci setiap berhadas) dan shalat sunnah dua rakaat sesudahnya akan menjadi salah satu ahli surga (HR. Muslim no. 234 & Tirmidzi no. 1326).

3. Allah menggugurkan dosa-dosa kecil yang dilakukan anggota wudhu bersama air yang mengalir dari basuhan (HR. Muslim no. 244).

4. Orang yang menyempurnakan wudhu dan berniat untuk shalat berjamaah, namun tiba ketika shalat telah selesai akan mendapat pahala sama dengan orang yang berjamaah (HR. Abu Dawud no. 564).

5. Orang yang berwudhu lalu pergi ke masjid untuk shalat akan dianggap seperti orang yang shalat selama ia tidak tasybik (menggabungkan jari tangan kanan dan kirinya) (HR. Abu Dawud no. 562). Rasulullah ๏ทบ melarang tasybik dalam shalat karena hal tersebut menghilangkan kekhusyu’an dalam shalat.

6. Orang yang menjaga berwudhu akan meraih cinta Allah. Karena Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bertaubat dan mensucikan diri (QS. Al-Baqarah [2]: 222).

7. Orang yang menyempurnakan wudhu lalu membaca doa setelah berwudhu akan dibebaskan untuk masuk surga dari pintu manapun yang dia inginkan (HR. Muslim no. 234).

Besarnya balasan berwudhu dengan sempurna sangat disadari oleh para ulama dan orang-orang shaleh. Oleh karena itu, sebagian dari mereka menyusun doa-doa untuk setiap basuhan wudhu.

Walaupun tidak bersumber dari Rasulullah ๏ทบ, sebagian para ulama dan orang saleh terdahulu berdoa di setiap rangkaian wudhu mereka dengan harapan wudhu mereka menjadi “tanda” bagi mereka di hari kiamat nanti. Rasulullah ๏ทบ bersabda: 

ุฅِู†َّ ุฃُู…َّุชِูŠ ูŠَุฃْุชُูˆู†َ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุบُุฑًّุง ู…ُุญَุฌَّู„ِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุฃَุซَุฑِ ุงู„ْูˆُุถُูˆุกِ ูَู…َู†ِ ุงุณْุชَุทَุงุนَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠُุทِูŠู„َ ุบُุฑَّุชَู‡ُ ูَู„ْูŠَูْุนَู„ْ

Sesungguhnya umatku datang pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya disebabkan bekas wudhu. Maka barangsiapa di antara kalian mampu untuk memanjangkan putih pada wajahnya maka hendaklah dia melakukannya (HR. Muslim no. 246).

Dalam riwayat lainnya, para sahabat bertanya tentang cara Rasulullah ๏ทบ mengenali umatnya yang belum pernah berjumpa dengan beliau ๏ทบ di hari kiamat kelak. Rasulullah ๏ทบ menjawab bahwa beliau ๏ทบ akan mengenali mereka oleh sebab keadaan putih bercahaya yang berasal dari bekas wudhu mereka (HR. Muslim no. 248).

Doa-doa basuhan wudhu

Imam Nawawi menghimpun doa-doa tersebut dalam salah satu karyanya yang berjudul Al-Adzkar. Doa-doa ini juga dapat sahabat akses di aplikasi KESAN.

Berikut doa-doa untuk setiap basuhan wudhu:

1. Doa ketika mulai menyentuh air untuk wudhu setelah membaca Basmalah

ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ّٰู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ุฌَุนَู„َ ุงู„ู…َุงุกَ ุทَู‡ُูˆْุฑًุง

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini suci.

2. Doa ketika berkumur

ุงู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ุฃَุณْู‚ِู†ِูŠ ู…ِู†ْ ุญَูˆْุถِ ู†َุจِูŠِّูƒَ ูƒَุฃْุณุงً ู„ุงَ ุฃَุธْู…َุฃُ ุจَุนْุฏَู‡ُ ุฃَุจَุฏًุง

Ya Allah, berilah aku minuman dari telaga Nabi-Mu Muhammad ๏ทบ satu gelas yang sesudahnya aku tidak akan merasa kehausan lagi. 

3. Doa ketika istinsyaq

ุงู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ู„َุง ุชَุญْุฑِู…ْู†ِูŠْ ุฑَุงุฆِุญَุฉَ ู†َุนِู…ِูƒَ ูˆَุฌَู†َّุงุชِูƒَ

Ya Allah, janganlah Engkau halangi dariku wewangian dari nikmat dan surga-Mu.

4. Doa ketika membasuh wajah

ุงู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ุจَูŠِّุถْ ูˆَุฌْู‡ِูŠْ ูŠَูˆْู…َ ุชَุจْูŠَุถُّ ูˆُุฌُูˆู‡ٌ ูˆَุชَุณْูˆَุฏُّ ูˆُุฌُูˆู‡ٌ

Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah ada yang memutih dan menghitam (di Hari Kiamat). 

5. Doa ketika membasuh kedua tangan

ุงู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ุฃَุนْุทِู†ِูŠْ ูƒِุชَุงุจِูŠْ ุจِูŠَู…ِูŠู†ِูŠْ ุงู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ู„ุงَ ุชُุนْุทِู†ِู‰ ูƒِุชَุงุจِูŠ ุจِุดِู…َุงู„ِูŠ

Ya Allah, berikanlah kitab (catatan amal)ku melalui tangan kananku. Ya Allah, janganlah Engkau berikan kitabku melalui tangan kiriku. 

6. Doa ketika mengusap kepala

ุงู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ุญَุฑِّู…ْ ุดَุนْุฑِูŠْ ูˆَุจَุดَุฑِูŠْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุฃَุธِู„َّู†ِูŠْ ุชَุญْุชَ ุนَุฑْุดِูƒَ ูŠَูˆْู…َ ู„َุง ุธِู„َّ ุฅู„َّุง ุธِู„ُّูƒَ

Ya Allah, haramkanlah rambut dan kulitku dari api neraka, dan naungilah aku di bawah naungan ‘Arasy-Mu di hari di mana tiada naungan selain naungan-Mu.

7. Doa ketika mengusap kedua telinga

ุงู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ِู†ْ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุณْุชَู…ِุนُูˆู†َ ุงู„ْู‚َูˆْู„َ ูَูŠَุชَّุจِุนُูˆู†َ ุฃَุญْุณَู†َู‡ُ

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mau mendengar ucapan, lalu mengikuti ucapan yang paling baik. 

8. Doa ketika membasuh kedua kaki

ุงู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ุซَุจِّุชْ ู‚َุฏَู…َูŠَّ ุนَู„َู‰ ุงู„ุตِّุฑَุงุทِ

Ya Allah, mantapkanlah kedua telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim.

Galery

  Galery ( download )

Cari Blog Ini

 
back to top